Trauma

Segitu besarnya kah trauma yang gw rasain? gw rasa gw sudah bisa berdamai dengan semua yg terjadi dengan masa lalu gw„, perasaan kangen yang sesekali gw rasain terhadap Ayah, gw anggap sebagai pertanda kalau gw mungkin sudah bisa berdamai dengan dia dan semua yang pernah terjadi sepanjang 24th hidup gw.

Tapi nyatanya hari ini, hanya dengan mendengar suaranya aja, gw langsung gemeteran, gw ketakutan, dan semua pengalam buruk itu kembali ngehantuin kepala gw. Gw takut! momen 3 tahun lalu, saat dia tiba2 muncul di rumah, dan minta meluk gw, gw tolak, bahkan waktu gw tahu dia muncul gw langsung kabur ke kamar dan ngunci diri. Meski akhirnya gw tetep nemuin sekedar basa basi, yang jauh dari basa basi orang yang saling mengenal.

nulis ini, gw susah payah nahan air mata biar ga tumpah, susah payah nahan sesek yang kerasa di dada gw. Gw cuman ngerasa bener2 ketakutan. meski gw ga tau dia entah ada di mana, gw ketakutan. Kenapa semua bayangan masa lalu itu masih terus ngehantuin gw, dan gw ternyata sama sekali masih belum bisa berdamai dengan semua hal yang pernah terjadi itu.

islamic-quotes:

The Prophet used to also show a great deal of affection towards his wives. Aisha reported that the Prophet would only enjoy his meals when she would sit next to him. They would drink from one cup and he would watch where Aisha would place her lips on the cup so that he could place his lips on the exact position. He would eat from a bone after she would eat from it, placing his mouth where she had eaten. [Muslim]

islamic-quotes:

The Prophet used to also show a great deal of affection towards his wives. Aisha reported that the Prophet would only enjoy his meals when she would sit next to him. They would drink from one cup and he would watch where Aisha would place her lips on the cup so that he could place his lips on the exact position. He would eat from a bone after she would eat from it, placing his mouth where she had eaten. [Muslim]

(Source: lionofallah)

"Tuhan, tolong jaga dia untukku, bahagiakan dia, seperti Kau membahagiakanku dnegan caraMu.
Amin."
- @si_kura
"sejumput ketakutan kembali menggelitik, seberkas trauma yang kembali mencuat. Bukan lantas aku menjadi pecundang, hanya saja tak cukup aku sendiri yang berjuang untuk menang."
- @si_kura

racauan

sepenggal cerita untuk masa depan

Hari ini rasanya luar biasa sekali, meski gagal *lagi* ngebengkelin timmy, tapi berhasil melakukan banyak kegiatan hari ini, ditengah kejenuhan suasana kantor, dan menyengajakan mengambil cuti sehari yang disponsori oleh sosialisasi teknis penulisan thesis di kampus sore ini.

Ada banyak yang disyukuri dari pertemuan tadi, pencerahan mengenai tema yang akan dibahas untuk thesis, dan kemudahan yang begitu saja hadir di depan mata, dan otak yang tiba2 rasanya menjadi sangat cemerlang. Alhamdulillah, dan Bismillah, semoga selalu dimudahkan kedepannya. Tapi bukan itu yang paling menggembirakan, melainkan quality time bareng temen-temen seusai sosialisasi thesis tadi. 

Alhamdulillah, masih bisa menikmati enaknya makanan, diselingi canda tawa, dan cerita tentang rencana masa depan bareng Bebe, Ditty, Putri, and Sarah. Cerita tentang mimpi di masa depan, tentang berbagai rencana yang saling mendoakan, semoga dimudahkan untuk merealisasikannya. tsaaahhhh bahasanya ribet beut dah„,

Sedikit gw flashback ke masa gw masih dikelas 3 SMA, saat mama waktu itu memberi ultimatum dengan “te’is kalau emang mau kuliah harus bisa keterima di negeri, kalo swasta mama ga akan sanggup ngebiayain” dan betapa beruntungnya gw saat ini, setelah berhasil menamatkan pendidikan di S1 Komunikasi Unpad, selangkah lagi gw akan menyelesaikan pendidikan gw di jenjang master! woowwww„„ buat sebagian orang pencapaian itu mungkin hal yang biasa banget, tapi buat gw, itu pencapaian luar biasa, buat gw secara pribadi pun buat keluarga gw, yang ga seorang pun menginjak jenjang perguruan tinggi dalam pendidikan.

Lantas apa yang gw rencanakan untuk masa depan gw dengan jenjang pendidikan yang gw tempuh saat ini? Entah kenapa„ dengan ketidakmampuan dan keterbatasan gw, gw pengen bisa berbagi apa yang gw punya dengan ngajar. jadi dosen! yup„, menjadi pengajar, menjadi pendidik, berbagi inspirasi, karena hanya dengan begitu gw bisa terus belajar, berbagi dan berterimakasih atas segala limpahan berkah dari ilmu dan nikmat yang gw miliki.

entah suatu kebetulan atau memang kepercayaan gw pada hal-hal semacam, “Tuhan akan mempertemukan orang-orang yang memiliki ‘kesamaan’ dalam kesempatan yang sama”. Diskusi tadi bareng geng nongkrong cantik kakak pun diisi dengan mimpi masa depan yang kurang lebih sama. Semangat ingin berbagi, semangat ingin mengabdi, kami sama dalam mimpi. 

Semoga Tuhan merestui, dan menyiapkan jalan terbaik untuk mewujudkan mimpi mimpi sempurna kami. Amin.

dream friendship story of me

Hari ini… tepat 5 tahun lalu, 2 minggu sekali tiap selasa, nemenin mama ke pengadilan agama. Pengalaman berbulan-bulan demi melepaskan diri dari kungkungan ayah bertahun-tahun yang menyisakan trauma entah sampai kapan. 
Mungkin gw sudah bisa berdamai dengan keadaan, dg kondisi mama, kondisi ayah, kondisi keluarga gw yg ga semanis keluarga2 lainnya. Tapi pada kenyataannya sampau detik ini, gw masih sebegitu trauma dan ketakutannya akan sebuah kata pernikahan yang berujung pada perceraian. Apa yg gw alami semasa kecil nyisain trauma yg sangat dalam. Gw selalu takut someday gw menikah, suami gw akan bersikap seperti ayah ke mama, seperti ayah ke gw, seperti ayah ke nenek. Dan yabg paling jadi mimpi buruk adalah, gw takut akan perceraian„, kakak perwmpuan gw ngalamin 2x perceraian, mama ngalamin 2x perceraian, kakak laki2 gw ngalamin perceraian, rekor yg ga bagus, dan selalu jadi pembenaran buat gw menjadi takut akan pernikahan. 

Poor me… :(

Hari ini… tepat 5 tahun lalu, 2 minggu sekali tiap selasa, nemenin mama ke pengadilan agama. Pengalaman berbulan-bulan demi melepaskan diri dari kungkungan ayah bertahun-tahun yang menyisakan trauma entah sampai kapan.
Mungkin gw sudah bisa berdamai dengan keadaan, dg kondisi mama, kondisi ayah, kondisi keluarga gw yg ga semanis keluarga2 lainnya. Tapi pada kenyataannya sampau detik ini, gw masih sebegitu trauma dan ketakutannya akan sebuah kata pernikahan yang berujung pada perceraian. Apa yg gw alami semasa kecil nyisain trauma yg sangat dalam. Gw selalu takut someday gw menikah, suami gw akan bersikap seperti ayah ke mama, seperti ayah ke gw, seperti ayah ke nenek. Dan yabg paling jadi mimpi buruk adalah, gw takut akan perceraian„, kakak perwmpuan gw ngalamin 2x perceraian, mama ngalamin 2x perceraian, kakak laki2 gw ngalamin perceraian, rekor yg ga bagus, dan selalu jadi pembenaran buat gw menjadi takut akan pernikahan.

Poor me… :(

New offering; new chance

apa sih hal pertama yang lo pikirkan saat menerima tawaran pekerjaan disuatu tempat?

gw memang masih bisa dibilang belum cukup pengalaman, yang  hanya pernah ngalamin berkali-kali gagal dalam sebuah proses penerimaan karyawan baru disebuah perusahaan, pernah juga sesekali interview langsung dapet offering, dan cuma dikasih waktu 1 hari kerja buat mikir, gw terima kerjaannya ato engga. pengalaman 4 tahun 8 bulan bekerja, di 3 perusahaan berbeda, kemudian bikin gw cukup bisa menyimpulkan, apa yang gw cari dalam dunia kerja gw.

Hal pertama yang paling penting buat gw adalah lingkungan kerja yang nyaman. didalamnya termasuk atasan yang baik, teman-teman kerja yang asik dan saling support, job desc yang jelas, dan budaya kerja yang memberikan kesempatan lo untuk berkembang, dan memaksimalkan potensi lo.

urusan salary, buat gw akan menjadi sangat ga penting saat office politic di kantor lo terlalu tinggi, rekan kerja yang bisa tau2 nusuk lo dari belakang, dimana persaingan jadi ga sehat, dan potensi lo ga dianggap hanya karena lo ga ikut serta menjadi penjilat.

kemarin sempet ngalamin 2 kali proses recruitment di kantor lain, i need new change, itu alasan utama gw kenapa mencoba peruntungan di 2 tempat baru tersebut, tapi setelah dijalanin,

1. kantornya jauh„, offering salary yang naik ga seberapa bikin gw mundur. —> ini lebih ke efek ga mau pindah kosan juga sih… :D

2. kantor lumayan deket, tapi ga begitu klik ama atasannya. —> dalam sehari buat karyawan kantoran, minimal kita ngabisin 9 jam dalam sehari, waktu yang lebih banyak yang gw butuhkan buat tidur yang 8 jam sehari, dan waktu itu juga jauh lebih banyak dibandingkan waktu yang bisa gw habisin sama nyokap dan keluarga gw yang belum tentu sebulan sekali, jadi ngapain spending time sama orang yang belum tentu lo nyaman juga?

akhirnya gw mengalahkan keinginan untuk menemui tantangan baru yang ada di depan mata gw, demi lingkungan kerja yang nyaman, atasan yang baik, dan rekan2 kerja yang asik. so, i choose to stay here… :)

"Apa anak yang lahir di keluarga yang memiliki masalah perceraian, akan selamanya trauma pada pernikahan?"
"melupakan memang bukan perkara mudah tapi mengikhlaskan jauh lebih susah."
- bagaimana bisa mengikhlaskan jika belajar melupakan saja tidak bisa